Lestarikan Tradisi, Desa Tulusbesar Gelar Pelatihan Membuat Topeng Gypsum

Desa Tulusbesar, sebuah desa di kawasan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yang kental dengan budayanya. Untuk mengembangkan budaya di wilayah tersebut, Desa Tulusbesar sudah menjadi mitra dari Polinema Malang.

Pegiat budaya asal Desa Tulusbesar, Amin Karyanata mengatakan, salah satu pengembangan potensi seni budaya yang digiatkan adalah program pembuatan topeng dari bahan gypsum. Pesertanya adalah anak anak Desa Tulusbesar yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kegiatan tersebut dilaksanakan hampir setiap sore hingga malam hari, tepatnya di Dusun Sumbersari.

“Dusun Sumbersari ini lebih dikenal dengan sebutan “Mbaran Tulusayu”. Kegiatannya dikoordinir oleh Pemdes dan Pokdarwis bernama Tulus Asri,” serunya.

Amin, sapaannya menjelaskan, program ini bertujuan mengenalkan ke generasi penerus desa bahwa topeng Malangan adalah salah satu kesenian khas tradisi yang perlu dilestarikan. Budaya ini sudah diturunkan oleh leluhur berabad abad lamanya. Amin yang merupakan putra dari Mbah Sukani, pengrajin topeng Malang ini sekaligus menjadi narasumber dan pemateri pembuatan topeng tersebut.

“Selain mengenalkan tentang sejarah dan pembuatan topeng, bermanfaat juga untuk mengurangi kebiasaan gadget pada kalangan anak anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tulusbesar, Sirat Yudin mengungkapkan, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, memiliki empat pedukuhan. Yaitu Dusun Krajan, Dusun Kemulan, Dusun Prapatan Tulusayu dan Dusun Sumbersari. Ia menuturkan, edukasi kesenian perlu diratakan ke seluruh warganya dengan menggandeng para seniman untuk mengembangkan potensi seni yang ada.

“Pemdes Tulusbesar akan terus mengawal kegiatan untuk memajukan desanya,” pungkasnya. (dik/ono)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Scroll to Top